Welcome To Anca_Akatsuki Official Blog | One Love | One Heart | One Soul | Blog Ini Bergerak Bersama One Love Rasta |

Minggu, 23 November 2008

Akses Internet Mengapa Harus Mahal Di Indonesia

. Minggu, 23 November 2008
3 komentar

Dunia internet di Indonesia saat ini sedang mengalami “cobaan” dengan berbagai peraturan, pungutan, dan diskriminasi terhadap warnet. Meskipun tidak berdampak langsung kepada konsumen, namun harga akses internet di beberapa warnet yang cenderung meningkat dan terhentinya perkembangan jumlah warnet tentunya dapat menurunkan sosialisasi teknologi ini ke masyarakat. Padahal informasi yang tersedia di internet sangat berharga bagi kemajuan masyarakat.


Berbagai terobosan sudah diusahakan oleh beberapa pakar dan praktisi di bidang ini untuk dapat menciptakan kesempatan yang luas kepada masyarakat dalam memanfaatkan internet. Salah satunya adalah dengan membangun jaringan RT/RW Net di lingkungan perumahan atau kos. Dengan sistem berbagi koneksi internet, biaya yang dikeluarkan oleh setiap pengguna menjadi lebih murah. Pengorbanan yang relatif kecil menyebabkan pengguna internet tidak merasa terbebani dengan biaya internet setiap bulannya. Sehingga setiap masyarakat dapat merasakan manfaat dari internet.
Bahkan di beberapa perumahan yang telah menerapkan RT/RW Net sejak awal, muncul ide untuk memfungsikan jaringan komputer yang ada tidak hanya menjadi media akses internet semata. Tetapi juga menjadi ajang bergaul bagi masyarakat perumahan yang kian hari makin individualis. Web portal yang telah umum tersedia di internet, dibangun di dalam intranet perumahan untuk media informasi, iklan, dan komunikasi. Baik dari penyedia sarana RT/RW Net, yaitu pengembang perumahan ke penghuni, maupun dari penghuni ke penghuni. Sehingga bagi warga yang tidak lagi mempunyai waktu untuk bersosialisasi, tetap memperoleh informasi dan kesempatan untuk berkomunikasi antar sesama penghuni perumahan.
Bahkan dengan adanya web services, sangat dimungkinkan bagi sebuah kelompok masyarakat internet untuk memperoleh informasi dari luar yang dikumpulkan dalam satu halaman web portal. Apabila seseorang menginginkan untuk bepergian ke luar negeri, ia cukup menggunakan fasilitas yang ada di dalam web portal perumahan untuk melihat pesawat yang tersedia pada hari tertentu dan harga tiket termurah yang tersedia di berbagai maskapai penerbangan.
Begitu pula dengan aktivitas belanja ibu-ibu rumah tangga di supermarket. Mereka cukup mengunjungi web portal perumahan untuk melihat harga suatu produk atau berbagai jenis produk yang diobral di berbagai supermarket di sekitar perumahan. Apabila setiap web supermarket menyediakan fasilitas e-commerce, maka setiap produk yang dipesan dapat langsung dikirim ke rumah masing-masing.
Namun sejauh mana kesiapan masyarakat dalam membangun internet society dengan ilustrasi di atas? Saat ini internet di Indonesia masih dilihat sebagai teknologi yang mahal dan hanya berguna untuk masyarakat pendidikan atau bisnis semata. Internet bahkan dipandang sebagai pusat hiburan sehingga karenanya oleh pemerintah perlu dikenai pajak hiburan. Internet tidak dilihat sebagai alat bantu yang mampu mengangkat bangsa ini selangkah lebih maju. E-commerce, E-government, E-learning, E-Banking, dan E-yang lain seringkali dianggap sebagai prestasi ketika sebuah institusi berhasil membuatnya. Meskipun macet dalam implementasinya.
Ketika pemerintah pusat menginstuksikan setiap daerah harus mempunyai website, bahkan dapat digunakan sebagai media komunikasi dengan warga dalam memperoleh informasi dan pelayanan secara langsung, hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan tentunya dunia TI di Indonesia. Namun ketika implementasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan, masyarakat tidak lagi melihatnya sebagai terobosan yang punya prestasi. Bahkan melihatnya sebagai proyek mahal yang tidak bermanfaat. Ketika pemenang proyek e-government mempublikasikan hasil karyanya, tidak banyak yang antusias untuk mengetahuinya.

Melihat ke Thailand
Jika kita melihat ke negara tetangga Thailand, yang notabene sama-sama negara yang sedang berkembang di Asia, perkembangan TI-nya cukup melesat jauh ke depan. Akses internet broadband diklaim telah digunakan pada hampir seluruh kota-kota yang ada di Thailand. Bahkan ketika penulis mencoba untuk merasakan dunia internet di Thailand, decak kekaguman muncul pada saat pertama kali memanfaatkan. Bagi negara yang lebih terkenal dengan dunia pariwisatanya dan sama-sama berstatus negara sedang berkembang seperti Indonesia, pemanfaatan internet di negeri ini cukup mengagumkan.
Hampir setiap perusahaan telah memiliki website yang berfungsi untuk menjelaskan profil perusahaannya kepada masyarakat. Bahkan pada beberapa website supermarket, informasi produk dan promosi setiap hari ter-update dengan baik. Untuk orang asing yang tinggal di negeri tersebut, fungsi website yang dimiliki oleh setiap supermarket sangatlah terasa. Meskipun tidak bisa membaca aksara Thailand yang umumnya digunakan di setiap supermarket, dengan adanya website tersebut setiap orang dapat memperoleh informasi akurat. Sebagai contoh adalah website salah satu kelompok supermarket besar di Thailand, yaitu Big C, yang berlokasi di http://www.bigc.co.th. Selain itu Anda juga dapat mengunjungi website http://www.pizza.co.th yang konon merupakan “pecahan” Pizza Hut di Thailand. Dengan fasilitas e-commerce, Anda dapat memesan secara langsung ataupun hanya sekedar melihat harga-harga Pizza maupun kombinasinya yang dijual di sana. Hal yang sama juga kurang lebih terjadi pada e-government, e-learning, dan e-banking di negara ini. Tidak heran hampir setiap dosen memiliki website dengan nama domain masing-masing untuk mempublikasikan karyanya dan materi-materi kuliah. Hampir setiap masyarakat, terutama masyarakat pendidikan telah terbiasa memanfaatkan internet untuk berbagai aktivitas.
Kondisi di atas tentunya juga didukung oleh semakin murahnya akses internet di negara yang terkenal sebagai negara Gajah Putih. Biaya akses internet 24 jam ADSL dengan kecepatan 256 KBps hanya berkisar 600 Baht atau 150 ribu rupiah setiap bulannya. Sedangkan untuk kecepatan 4 MBps berkisar 2.200 Baht atau 550 ribu rupiah. Dengan perbandingan dengan biaya akses yang sama di Indonesia, biaya semurah itu tentunya membuat banyak pelajar asal Indonesia tertarik untuk memanfaatkannya. Apalagi masih ditambah dengan bonus gratis modem router ADSL dan kamera web (webcam), sehingga setiap pelanggan tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli hardware ADSL beserta instalasinya. Dengan biaya hidup minimal di Bangkok yang berkisar 16.000 Baht atau 4 juta rupiah, perbandingan antara manfaat dan harga akses internet tentunya terasa sangat murah.
Saling dukung antara dunia TI dan pemerintah Thailand semakin memperlihatkan hubungan yang harmonis dan membuktikan adanya perhatian dari pemerintah terhadap perkembangan TI di negeri ini. Sebagai contoh terlihat pada saat ulang tahun Ratu Thailand, dimana kelompok masyarakat internet di Thailand menciptakan satu situs khusus http://www.belovedthequeen.com sebagai bentuk perhatian kepada Ratunya. Bahkan pada beberapa sosialisasi teknologi internet di Thailand, terlihat jelas keikutsertaan sang Ratu dalam berbagai kegiatan tersebut.
Bagaimana dengan negara kita? Sudahkan ada dukungan dari pemerintah yang berkelanjutan dan tidak hanya sesaat untuk kemajuan dunia TI di Indonesia? Bisakah masyarakat merasakan fasilitas internet tanpa harus terbebani dengan biaya ekstra yang cenderung meningkat? Siapkah praktisi TI dan masyarakat sekitarnya secara bersama-sama menciptakan berbagai terobosan yang dapat saling memudahkan dalam mengakses teknologi internet? Mari kita renungkan pertanyaan itu bersama-sama dengan bijak.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Membasmi Virus HTML.RedLof.Av

.
1 komentar

Hingga saat ini belum semua pemakai sadar, sebetulnya dari internet seseorang bisa melindungi komputernya dari serangan virus. Bahkan pada sebagian besar pengguna internet juga tidak menyadari, terdapat ratusan bahkan jutaan alat bantu (tools) yang diedarkan secara bebas dan gratis dalam kaitannya dengan perlindungan virus. Idealnya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pemilik komputer cukup men-download antivirus yang dibutuhkan untuk memproteksi komputernya, tanpa harus menunggu terserang lebih dahulu. Namun apabila serangan sudah terlanjur datang, mereka tetap masih dapat berharap dari sekian banyak antivirus yang beredar di internet.


Pertengahan bulan Februari yang lalu, aktivitas pembuat web di Semarang tiba-tiba diganggu dengan kemunculan virus HTML yang menyerang hasil karya mereka. Eks rekan sekerja datang malam-malam ke rumah dan terlihat kebingungan dengan virus yang menyerang seluruh website di komputernya. Padahal salah satu website tersebut sudah tiba waktunya untuk diserahkan ke tempat kerjanya. Seluruh file yang berhubungan dengan web; dari HTML, ASP, sampai PHP yang dikerjakannya hingga berbulan-bulan, tidak lagi dapat berjalan. Semua file tersebut bertambah isinya sampai dua belas kilobytes. Terlihat jelas bahwa ada VBscript (sejenis Javascript, buatan Microsoft) yang menyusup dan masuk di sela-sela isi file tersebut. Bukan hanya komputer miliknya saja yang menjadi korban, tetapi juga milik beberapa mahasiswa komputer yang sedang menyelesaikan tugas akhir bertemakan internet. Jika saja virus yang menyerang tergolong “wajar”, ia dapat memanfaatkan antivirusnya yang hampir setahun tidak pernah di-update. Namun yang membuatnya tidak berdaya, virus HTML tersebut tidak dapat dikenali oleh program antivirusnya.
Selama ini, cerita tentang virus yang menyerang HTML hanyalah sebuah berita yang belum pernah ditemukan aksinya. Namun pada malam itu, dari sekian banyak file web yang ada di dalam harddisk, tak satupun luput dari serangan virus tersebut. Yang terserang bukan hanya dokumen htm/html saja tetapi juga asp, php, jsp, htt, dan vbs. Padahal ketiga file pertama merupakan aplikasi web yang ditulis dalam bahasa yang berbeda dan latar belakang basis sistem operasi yang berbeda pula. Setelah dilihat lebih jauh, virus ini terbilang sebagai salah satu karya kreatif yang memanfaatkan sifat “executable” dari Visual Basic Script (VBscript) di lingkungan Windows. Artinya, aplikasi dengan VBscript di dalamnya dapat dengan mudah dijalankan di sistem operasi milik Microsoft. Kelemahan inilah yang sering dijadikan sebagai media penularan virus di berbagai aplikasi berbasis Windows. Contoh pemakaian VBscript yang paling sering dijumpai adalah virus makro di aplikasi Word dan Excel. Namun virus tersebut tidak dapat menyebar dan menulari sistem operasi lain seperti Linux karena VBscript hanya diterima di lingkungan Windows saja.

Penanganan Virus
Dengan memanfaatkan search engine (mesin pencari seperti Yahoo atau Google), pengguna internet dapat segera menemukan banyak petunjuk berdasarkan karakteristik kode virus di dalamnya. Pada hasil pencarian, penambahan baris prosedur KJ_Start() pada semua file yang tertulari mengindikasikan dokumen telah terkena virus HTML.RedLof.A. Beberapa nama alias yang dikenal oleh program antivirus antara lain VBS/Redlof-A, VBS:Redlof, VBS/Redlof.A, VBS.Redlof.A, VBS/Exploit.C, VBS/Redlof, VBS.Redlof, VBS/Redlof@M. Menurut berbagai sumber (TrendMicro, Symantec, ThaiMisc), virus ini tergolong jinak namun potensi kerusakan yang ditimbulkan cukup menyulitkan. Dikatakan jinak, karena dapat dengan mudah dilumpuhkan jika secara dini diketahui penularannya. Namun jika terlambat mengetahui, setelah dokumen web di-upload, virus akan seketika menyebar ke pengguna komputer yang mengakses website tersebut. Semakin populer website tersebut, semakin makan banyak korban.
Media penyebaran virus ini juga memanfaatkan email yang dikirim melalui Outlook Express (software email dari Microsoft). Pada Outlook Express, virus akan menginfeksi dan memanfaatkan file stationery yang berbasis HTML sehingga menyebabkan semua email yang terkirim akan membawa serta virus tersebut. Apabila penerima tidak mempunyai cukup proteksi, virus akan segera menginfeksi seluruh file vbs, htt, html, htm, asp, php, dan jsp. Apabila pilihan “View as Web Page” diaktifkan, maka semua file htt di dalam folder tersebut akan terinfeksi virus.

Terdapat dua cara untuk melumpuhkan virus ini, secara manual dan memanfaatkan anti virus yang tersedia. Secara manual, dengan membuat file batch yang dapat Anda dapatkan di http://210.1.15.3/pub/pub/program/antivirus/clean.bat. File clean.bat tersebut cukup Anda jalankan melalui menu DOS Prompt yang terdapat pada semua jenis Windows yang Anda miliki (Windows 3.x, Windows 95, Windows 98, Windows NT, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP). Secara otomatis file tersebut akan bekerja menghapus semua file yang berpotensi untuk dimanfaatkan virus HTML.RedLof.A. Namun cara ini tidak disarankan bagi pengguna yang awam. Cara kedua merupakan alternatif aman untuk membersihkan virus bagi pengguna yang belum mahir. Anda dapat memanfaatkan berbagai antivirus yang tersedia di pasaran dengan update data virus terbaru. Antivirus tersebut dapat didownload melalui Website Trend Micro (http://www.trendmicro.com), McAfee (http://www.mcafee.com), Symantec (http://www.symantec.com), dan AVP/Kaspersky (http://www.avp.ch). Dari semua alternatif di atas, antivirus dari Trend Micro-lah yang mempunyai ukuran cukup kecil untuk di-download. Dengan ukuran hanya sebesar 285.1 Kb, antivirus tersebut dapat Anda download secara langsung melalui http://www.trendmicro.com/download/tsc.asp. File tersebut dapat Anda jalankan langsung untuk memulai memeriksa dan membersihkan komputer dari virus HTML.RedLof.A. Abaikan pesan kebutuhan file ketika program dijalankan, dengan tidak menekan tombol apapun pada jendela error dan langsung menjalankan proses pada layar program utama. Dalam waktu tidak terlalu lama, virus tersebut dapat segera tertangani.
Bagi yang telah menggunakan program ViruScan (McAfee), Norton Anti Virus (Symantec), dan Antiviral Toolkit Pro (Kaspersky) di dalam komputernya, dapat memanfaatkan fasilitas auto-update dari internet atau cukup men-download data virus terbaru dari situs-situs di atas serta meng-copy-nya ke direktori program masing-masing.

Tips Proteksi Komputer
Dimungkinkan pada waktu mendatang, media yang digunakan untuk penyebaran virus makin bervariasi. Media penyebarannya bukan lagi antar disket (virus boot sector), dokumen kerja (virus macro), attachment email dan database (virus worm), ataupun website (seperti halnya HTML.RedLof.A). Tetapi bisa berkembang pada batas-batas yang belum terpikirkan pada saat ini. Untuk itu ada beberapa tips yang disarankan untuk memproteksi komputer dari serangan virus:

* Nonaktifkan fasilitas yang tidak diperlukan, misalkan fasilitas sharing antar pengguna Windows. Jalur ini sering dimanfaatkan untuk memulai penyebaran virus dari dan ke komputer Anda. Jika fasilitas ini memang dibutuhkan berkelanjutan, berikan password untuk fasilitas tersebut dan gantilah secara berkala untuk meminimalisir potensi penularan.
* Aktifkan antivirus untuk menjaga aktivitas dalam sistem. Meskipun menyita sebagian sumber daya komputer, cara ini lebih beresiko kecil dibandingkan dengan potensi kehilangan data. Jangan lupa membiasakan diri untuk memeriksa disket yang akan masuk ke dalam komputer dengan antivirus. Dan jangan biarkan antivirus menjadi “tua” tanpa adanya pembaharuan (update) virus datafile. Download update secara periodik akan membantu menangkal virus-virus terbaru.
* Jangan pernah langsung membuka attachment email, meskipun dari teman terdekat. Simpan dulu di suatu direktori dan perhatikan properti dari dokumen tersebut, dengan menggunakan klik mouse sebelah kanan pada nama file kemudian pilih properties. Jika dokumen mempunyai ekstensi seperti.vbs, .bat, .exe, .pif dan .scr, disarankan untuk tidak dibuka. Konfirmasi ulang ke rekan yang mengirim email dan pastikan dokumen yang dikirim sudah benar.

Dengan sedikit tips tersebut, diharapkan potensi tertulari virus dapat diminimalkan. Kebiasaan melindungi komputer secara dini dapat mencegah kehilangan data (dan juga dana) yang lebih besar.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Membuat App Linux dengan “Visual Basic”

.
0 komentar

Saat ini keberadaan sistem operasi Linux telah membayang-bayangi dominasi sistem operasi Windows dengan berbagai jenis distro-nya, dari RedHat, Suse, Mandrake sampai Software RI. Bagi generasi muda, menggali kemampuan sistem operasi Linux lebih jauh merupakan suatu tantangan tersediri dan bukti eksistensi. Meskipun sebetulnya, bukan sesuatu yang sulit jika kita ingin mencoba menggunakan Linux dalam keseharian. Dari administrasi sampai ke pengembangan aplikasi, dapat dilakukan tanpa kesulitan di sistem operasi ini. Salah satu contoh nyata, progdi Ilmu Komputer salah satu PTS di Semarang, telah menggunakan sistem operasi ini secara keseluruhan dari operasional administrasi dalam pembuatan surat, bagi-bagi sumber daya (sharing), jaringan lab komputer, sampai pada pembuatan aplikasi baik web maupun PC.

Untuk keperluan administrasi banyak pilihan yang dapat kita digunakan, antara lain KOffice dengan berbagai programnya yang dapat bekerja secara grafis seperti pada saat kita berada di lingkungan Windows. Atau, OpenOffice milik Sun Microsystem yang mempunyai kemiripan dengan Office 2000/XP dan saat ini sedang naik daun. Serta masih banyak lagi pilihan yang mungkin disuka karena berbagai kelebihannya. Bagi Administrasi berbagai aplikasi di atas bukan merupakan hal yang asing lagi karena pada saat instalasi Linux pertama kali, aplikasi untuk Administrasi berbasis grafis telah masuk di dalamnya. Sehingga bagi Administrasi yang beralih dari Windows ke Linux tidak memerlukan waktu lama untuk kembali mengerjakan pekerjaan rutinnya.

Membuat Aplikasi Linux
Namun, untuk membuat sebuah aplikasi bisa jadi merupakan hal yang belum biasa bagi pengguna Windows yang ingin beralih ke Linux, terutama hal ini terjadi pada programmer Visual Basic, yang notabene merupakan produk dari Microsoft. Timbul kekhawatiran tersediri jika mereka memutuskan untuk beralih ke sistem operasi lain. Pemikiran untuk mempelajari dari awal bahasa pemrograman yang lainnya, seringkali muncul di dalam benak.

Kekhawatiran kehilangan keperkasaannya di bidang pemrograman tidak perlu dikhawatirkan oleh para programmer Visual Basic yang akan berpindah ke sistem operasi Linux. Apalagi jika mereka menginginkan melebarkan sayapnya di bidang pengembangan aplikasi, atau saat ini sedang membangun aplikasi yang cocok untuk lingkungan tersebut. Kekhawatiran tersebut telah dijawab dengan munculnya Phoenix Object Basic berbasis Linux. Alat bantu pemrograman ini cukup familiar bagi pengguna Visual Basic yang ingin melanjutkan kemampuannya di lingkungan sistem operasi.

Bukan hanya dari sisi kode saja yang mirip dengan Visual Basic, tetapi juga cara membuat program yang tinggal memilih dan menempelkan tool pada layar program. Phoenix Object Basic juga menyediakan window, form, menu dan kontrol data seperti tombol, label, list-box, combo-box, dan lain sebagainya. Sehingga kita serasa berada di lingkungan Visual Basic dan pembuatan aplikasi untuk Linux dapat dengan mudah terwujud. Perbedaan yang bisa jadi kelebihan Phoenix, kemampuan object oriented yang tertanam di dalamnya. Lengkap dengan penggunaan inheritance dan polymorphism, yang mulai diterapkan oleh Microsoft di lingkungan dot Net.

Download Phoenix
Aplikasi ini bisa kita temukan dan di-download melalui http://www.janus-software.com/phoenix_download.html. Dengan kebutuhan minimum yang hanya sekelas mesin Pentium 100 Mhz, Phoenix sudah bisa dijalankan. Namun, harus diperhatikan juga kebutuhan minimum distro Linux yang kita gunakan untuk menjalankan aplikasi ini. Penyertaan kemampuan pengaksesan database-database yang ada di Linux (seperti MySQL, msql, dan Postgre), mengharuskan kita untuk menginstalasi komponen UnixODBC sebagai library tambahan. Kemampuannya di internet semakin mempertebal ketertarikan pada aplikasi ini, sama dengan saat berada di lingkungan VB. Selain mampu memanfaatkan SMTP/POP mail server, Phoenix juga dapat memanfaatkan koneksi UDP dan TCP.

Untuk menginstalasi aplikasi ini, Anda cukup menuliskan perintah ”rpm -U phoenix-vbasic-1.5-6.i386.rpm”di jendela console. Namun jangan lupa untuk menginstall UnixODBC terlebih dahulu. Tanpa UnixODBC, instalasi tidak dapat dilanjutkan. Namun, apabila Anda merasa telah melakukan instalasi UnixODBC dengan benar, namun instalasi Phoenix tidak berjalan dengan baik, bisa disebabkan karena file liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 belum terinstal secara sempurna.

Jika Anda kesulitan memperoleh liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 yang merupakan file dependencies dari Phoenix-1.5-6, Anda bisa mencari dan memperolehnya melalui URL http://www.rpmfind.net. Cari satu persatu file di atas dengan menuliskan nama file di kotak search. Setelah semuanya ditemukan, instal file RPM yang Anda download tersebut, kemudian ulangi instalasi Phoenix. Jika berhasil, jalankan aplikasi tersebut dengan menuliskan “phoenix” di jendela console. Akan muncul beberapa jendela yang antara lain jendela utama, form, toolbox, dan object. Anda bisa tambahkan tools yang lain melalui menu Tools.

Jika semuanya telah berjalan dengan baik, saatnya Anda memulai membuat aplikasi dengan kemampuan pemrograman Visual Basic yang dimiliki. Dengan begitu, programmer Visual Basic akan lebih leluasa dalam memberikan kontribusinya di dunia pembuatan aplikasi, baik di Windows maupun Linux. Dengan makin banyaknya aplikasi yang dibuat untuk suatu sistem operasi, semakin kaya pula nilai kandungan yang ada di dalamnya. Membuat aplikasi VB untuk Linux, siapa takut?

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 08 November 2008

Spam Di Youtube

. Sabtu, 08 November 2008
0 komentar

Kini banyak pembuat virus dan spam selalu mencari rekayasa social terbaru untuk mengelabuhi korbannya.Karena itu, mereka pun rutin mengamati aplikasi atau website popular untuk dipalsukan dengan tujuan agar pengguna komputer terpancing menjalankan aplikasi atau masuka ke website tersebut.Sala satu website yang sedang naik daun dan popular untuk di palsuka adalah You Tube milik Google.



Rekayasa social yang digunakan adalah mengajak anda untuk masuk ke dalam website palsu tersebut lalu mengharapkan anda meng-klik sebuah link yang menjanjikan kumpulan film-film vulgar.Jika anda terpancing untuk melakukannya,yang terjadi adalah komputer anda akan terinfeksi virus.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kartu Ucapan Palsu

.
0 komentar

Berhati-hatilah bagi anda yang sering menerima e-mail kartu ucapan selamat karena menjelang akhir tahun ini karena banyak penyerbar virus yang menyebarkan virusnya dengan cara mengirimkan e-mail kartu ucapan palsu kepada anda.

Jika anda amati.e-mail kartu ucapan palsu memang dirancang menyerupai aslinya.Agar anda tidak terjebak,Anda pun dapat mengindentifikasi perbedaanya,caranya ada nih dibawah ini baca :


1.Jika anda menerima e-mail dalam bentuk kartu ucapan dan kedatangannya lebih dari
satu buah atau dalam jumlah yang banyak, dapat dipastikan bahwa e-mail tersebut adalah SPAM.

2.Waspadai pengirim yang tidak di kenal oleh anda.Perhatikan subject e-mail.Jika anda menerima kartu ucapan bersubject friend,neighbour,love one,atau girl friend, jangan merasa gembira dulu.Kemungkinan besar itu adalah e-mail palsu yang mengarahkan anda untuk men-download sebuah virus.

3.Pastikan e-mail pemberitahuan kartu ucapan akan datang dari alamat e-mail yang anda kenal.

4.Link untuk melihat kartu ucapan akan ditampilkan transparan.Kalau link yang ditampilkan meminta anda untuk meng-klik here, kemungkinan link tersebut palsu.Biasakan untuk tidak melakukan klik secara langsung pada sejumlah link yang ada di e-mail sebelum anda baca dan periksa dengan teliti.Ketelitian anda memang sangat di perlukan untuk mengetahui bahwa link yang terdapat dalam e-mail tersebut otentik atau tidak.Misalnya, E-card dari Hallmark sudah pasti akan memberikan link dengan alamat kartu ucapan yang diawali www.hallmark.com

5.Jika e-mail kartu ucapan yang dating menyertakan lampiran dalam bentuk ZIP dan di-password, Anda perlu mewaspadainya.Kebanyakan kartu ucapan tidak di kirim dalam bentuk lampiran yang rentan akan kandungan virus.

6.Waspadai jika anda ingin melihat kartu ucapan, namun diminta untuk memasukan data pribadi ,seperti username dan password account Yahoo,MSN,GMAIL,atau yang lainnya.Hindari untuk memasukan data atau informasi pribadi lainnya.

7.Pasang program antivirus dan update secara teratur untuk melindungi anda dan system jika secara tidak sadar atau sengaja men-download dan menjalankan file virus.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sponsor

 

Mengenai Saya

Foto Saya
Anca Akatsuki was a person blogger from the Palembang city and worked as web designer

Sponsor

Add to Google Reader or Homepage

BlogBookmarks

Followers

om-anca blog is proudly powered by Blogger.com | Template by anca_akatsuki