Pada bulan Januari 1996 yang lalu, merupakan tahun dimana Universal Serial Bus, yang disingkat menjadi USB, mulai diperkenalkan untuk menggantikan beberapa konektor pada motherboard. Konektor-konektor tersebut contohnya Parallel port dan Serial port. Saat itu, kecepatan USB terdiri atas dua mode, yaitu mode Low-Speed (1.5 Mbit/s) dan Full Speed (12 Mbit/s). Saat itu, perangkat dan peripheral untuk USB masih sangat sedikit. Selang dua tahun, USB 1.0 ini direvisi kembali dan diperkenalkanlah USB 1.1. Pada USB 1.1 ini, perangkat-perangkat seperti kamera mulai mengimplementasikan perangkat USB untuk mentransfer data dari kamera ke PC. Transfer data yang lebih cepat serta ancaman transfer yang lebih cepat oleh Firewire membuat USB 1.1 direvisi lagi dua tahun setelahnya. Pada bulan April tahun 2000, spesifikasi USB 2.0 mulai diperkenalkan yang menjanjikan kecepatan 40 kali lebih kencang dari generasi sebelumnya, USB 1.0 dan USB 1.1
USB 2.0
Pada saat USB 2.0 diperkenalkan dan mulai digunakan, muncul sebuah anomali. Beberapa vendor mulai memperkenalkan USB 2.0 yang dilabel Full-Speed. USB 2.0 Full speed tidak berbeda dengan USB 1.1 yang memiliki kecepatan 12 Mbit/s. Sementara itu, untuk merasakan kinerja yang lebih kencang, semua orang harus memperhatikan peripheral dan perangkat yang dimilikinya, apakah memiliki label USB 2.0 Hi Speed atau tidak.
USB 2.0 Hi Speed memiliki kecepatan teoritis hingga 480 Mbit/s atau 60 MB/s. Walaupun begitu, sampai sekarang, kecepatan tertinggi yang dapat ditransfer sebuah USB 2.0 hanyalah 40 MB/s, itupun harus menggunakan driver khusus dari tiap produsen. Dengan banyaknya perangkat storage yang menggunakan USB, tentu saja dengan kecepatan transfer seperti itu akan membuahkan bottleneck. Dapat dilihat bottleneck transfer data dari setiap hard disk eksternal. Transfer data menyusut lebih dari 50% kemampuan transfer setiap hard disk. Selain itu, interface lainnya juga sudah memiliki transfer data yang lebih baik, seperti FireWire 800 dan external SATA. Penambahan feature lainnya pada USB 2.0 meliputi aliran daya melalui USB, kabel mini USB, dan lain sebagainya.
USB 3.0
Pada Intel Development Forum tahun 2007, Intel mendemonstrasikan USB 3.0. Pada USB revisi ketiga ini, ada banyak perbaikan yang dilakukan oleh USB Implementer Forum agar interkoneksinya menjadi lebih baik. Kata “Hi Speed” sekarang diubah menjadi “Superpeed”. USB 3.0 menjanjikan bandwidth yang sangat besar, yaitu 10 kali lipat dari generasi sebelumnya, 4.8 Gb/s. USB 3.0 juga mendukung transfer data secara full duplex saat dioperasikan dengan perangkat yang mendukung USB 3 pula. Ini berarti bahwa pengguna dapat menyalin data dari hard disk dan sebaliknya dalam waktu yang bersamaan.
Jika diperhatikan, USB 3.0 dapat menyamai apa yang dikerjakan oleh eSATA. Akan tetapi, tentu saja USB 3.0 bisa lebih baik, karena tidak terpaut pada perangkat ATA saja, seperti hard disk. Oleh karena itu, sekarang tinggal menunggu waktu saja untuk transfer data dengan flash disk berkecepatan tinggi, transfer gambar yang cepat dari kamera digital dan camcorder, transfer data yang cepat dari kartu memori, dan perangkat lain yang akan mendukung penggunaan USB 3.0.
Pengujian
menguji transfer data USB 3.0 de-ngan menggunakan sebuah hard disk eksternal USB 3.0 pertama dari Buffalo. Pengujian menggunakan dua software benchmark dan metode copy. File yang CHIP gunakan adalah sebuah file berukuran 3 GB dan sekumpulan file berjumlah 4 GB.
hdtune
Pengujian benchmark sintetis ini menunjukkan hasil yang menakjubkan. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, angka yang dihasilkan menunjukkan peningkatan kecepatan sampai 4,5 kali lipat. Tentu saja, hal ini masih bisa lebih karena bottleneck ada pada kecepatan hard disk yang digunakan.
i/o meter
Hasil yang sama ditunjukkan pada pengujian dengan I/O Meter. Perbedaan yang terjadi dapat dilihat pada pengujian Sequential Read dan Write. Pada Random Read dan Write, hampir tidak ada perbedaan karena kemampuan hard disk yang digunakan.
File copy
Pengujian real world dengan meng-copy dari dan ke hard disk eksternal juga cukup memukau. Hasilnya tidak berbeda de- ngan mentransfer data dari hard disk satu ke hard disk lainnya dengan menggunakan interface SATA. Peningkatan waktu transfer yang dihasilkan juga sekitar 4,5 kali lebih baik dari generasi sebelumnya.
Full duplex copy
Dengan Full Duplex, USB 3.0 mendukung transfer bolak balik para waktu yang bersamaan. menguji dengan mentransfer file sebesar 3 GB pada waktu yang bersamaan. Waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer juga cukup cepat.


Hard disk eksternal USB 3.0 Pertama. Buffalo memang selalu inovatif dalam memproduksi hard disk eksternalnya. Setelah sukses dengan mengeluarkan driver untuk meningkatkan kinerja pada USB 2.0, yaitu TurboUSB, kini Buffalo kembali mengeluarkan sebuah hard disk eksternal yang memiliki kecepatan transfer yang kencang. Hard disk eksternal yang dinamakan HD-H1.0TU3 ini menggunakan interface USB yang terbaru, yaitu USB 3.0 SuperSpeed. USB 3.0 SuperSpeed sendiri disinyalir memiliki kecepatan transfer data 10 kali lipat lebih kencang daripada USB 2.0 Hi Speed. Produk ini merupakan hard disk eksternal pertama yang menggunakan interface USB 3.0.
Pada paket penjualan hard disk eksternal yang datang ke CHIP test center ini tidak ditemukan adanya bonus. Hanya saja, ada paket penjualan yang menyertakan sebuah card PCI express x1 USB 3.0. Saat hard disk eksternal ini ditancapkan pada slot USB, akan ditemukan bonus software. Sayang sekali, bonus software yang diberikan cukup sulit dibaca karena disuguhkan dalam bahasa Jepang. Manualnya pun juga tidak cukup membantu karena dibuat dalam bahasa Jepang pula.
Kinerja yang dihasilkan oleh hard disk eksternal ini sangat baik. Anda tidak akan merasakan adanya perbedaan apakah ini sebuah hard disk eksternal atau hard disk internal saat melakukan transfer data. Pada saat memasang hard disk eksternal ini ke slot USB 3.0, hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja bacanya mencapai 114 MB/s dan kinerja tulisnya mencapai 107 MB/s. Saat dipasang pada USB 2.0, kinerjanya turun ke 30.5 MB/s dan 23 MB/s.
sOURCE:www.chip.co.id








0 komentar:
Poskan Komentar